Review Film Late Night with the Devil: Halloween yang Kacau. Film Late Night with the Devil (2023/2024) karya duo sutradara Cameron dan Colin Cairnes menjadi salah satu kejutan horor paling dibicarakan sejak penayangan perdananya di SXSW 2023 dan rilis luas pada Maret–April 2024. Hingga Februari 2026, film ini masih sering disebut sebagai salah satu found-footage terbaik dekade ini, dengan rating rata-rata 7,1/10 dari penonton dan 97% di Rotten Tomatoes. Berlatar sebagai siaran langsung Halloween 1977 dari acara talk show malam “Night Owls” yang dipandu Jack Delroy (David Dastmalchian), film ini mengikuti malam yang berubah dari hiburan ringan menjadi kekacauan supranatural setelah tamu spesial—gadis yang diduga kerasukan—membawa kekuatan jahat ke studio televisi. Dengan durasi 93 menit, Late Night with the Devil berhasil menciptakan rasa takut yang lambat tapi menyeramkan, dikemas dalam estetika 70-an yang sangat autentik. INFO CASINO
Alur Cerita yang Terasa Seperti Siaran Langsung Nyata: Review Film Late Night with the Devil: Halloween yang Kacau
Film ini disajikan sepenuhnya sebagai rekaman siaran langsung “Night Owls” episode Halloween 1977, lengkap dengan iklan retro, bumper stasiun, dan kesalahan teknis kecil yang membuatnya terasa sangat realistis. Jack Delroy adalah pembawa acara karismatik yang sedang berjuang menjaga rating setelah kematian istrinya setahun sebelumnya. Malam itu ia mengundang tamu kontroversial: seorang parapsikolog (Michael Ironside), seorang medium (Ingrid Torelli sebagai Lilly), dan gadis yang diduga kerasukan oleh setan bernama Mr. Wriggles.
Awalnya acara berjalan seperti talk show biasa—lelucon ringan, segmen psikologi, dan demonstrasi supranatural yang terlihat gimmick. Namun ketika Lilly memasuki trance dan Mr. Wriggles mulai mengambil alih, siaran berubah menjadi kekacauan murni: set mulai rusak, kru panik, dan Jack terjebak di antara keinginan menyelamatkan rating dan menghadapi kenyataan bahwa setan itu nyata. Tidak ada jump scare murahan; ketakutan dibangun melalui ketegangan yang lambat, reaksi aktor yang sangat natural, dan detail kecil seperti suara studio yang mulai rusak atau kamera yang goyang karena kru ketakutan.
Performa David Dastmalchian dan Estetika 70-an yang Autentik: Review Film Late Night with the Devil: Halloween yang Kacau
David Dastmalchian memberikan penampilan karir terbaiknya sebagai Jack Delroy—pembawa acara yang tersenyum di depan kamera tapi rapuh dan putus asa di balik layar. Ia berhasil menunjukkan transisi dari karismatik yang percaya diri menjadi pria yang ketakutan dan kehilangan kendali tanpa terlihat berlebihan. Pemeran pendukung seperti Laura Gordon (produser) dan Ian Bliss (parapsikolog) juga memberikan reaksi yang sangat realistis—seperti orang-orang sungguhan yang tiba-tiba menghadapi sesuatu di luar nalar.
Estetika 70-an dibuat sangat autentik: format film seperti rekaman VHS dengan grain, warna yang pudar, font teks ala CRT, dan iklan retro yang lucu sekaligus menyeramkan. Penggunaan found-footage tidak terasa gimmick karena seluruh film memang disajikan sebagai siaran langsung yang “bocor” ke publik. Tidak ada musik latar berlebihan; suara studio, tawa penonton, dan efek suara teknis menjadi elemen horor utama.
Makna Lebih Dalam: Ambisi, Televisi, dan Kekuatan Jahat
Di balik horor supranatural, Late Night with the Devil adalah kritik tajam terhadap ambisi televisi dan bagaimana media bisa menjadi pintu masuk kekuatan jahat. Jack Delroy rela melakukan apa saja demi rating—termasuk mengundang hal berbahaya ke studio—karena ia percaya “kontroversi adalah rating”. Film ini juga menyentil tema bahwa kekuatan jahat sering memanfaatkan kerentanan manusia: keserakahan, rasa takut kehilangan, dan keinginan untuk dilihat.
Mr. Wriggles bukan setan biasa; ia adalah manifestasi dari ambisi yang tidak terkendali dan keputusasaan Jack. Makna terdalamnya adalah bahwa horor terbesar bukan dari setan di luar, melainkan dari apa yang kita rela lakukan demi kesuksesan—dan bagaimana televisi (atau media modern) bisa memperkuat kekuatan itu. Akhir film yang ambigu—apakah semuanya nyata atau hanya kegilaan kolektif?—meninggalkan penonton dengan rasa tidak nyaman yang lama bertahan.
Kesimpulan
Late Night with the Devil adalah film horor yang langka: menyeramkan sekaligus cerdas, retro sekaligus sangat relevan, dan brutal sekaligus penuh makna. Kekuatan utamanya terletak pada performa David Dastmalchian yang luar biasa, estetika 70-an yang autentik, dan pendekatan found-footage yang terasa segar. Film ini berhasil menjadi thriller supranatural yang tidak mengandalkan jump scare murahan, melainkan ketegangan lambat dan kritik sosial yang tajam. Jika kamu mencari horor yang tidak hanya membuat takut tapi juga membuat berpikir tentang ambisi, media, dan batas antara hiburan dan kehancuran, Late Night with the Devil adalah pilihan yang sangat tepat. Tonton sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali ditonton ulang, kamu akan menemukan detail baru yang semakin menyeramkan. Film ini bukan sekadar horor Halloween; ia adalah pengingat bahwa kadang kekuatan jahat terbesar bukan dari setan, melainkan dari apa yang kita rela lakukan demi rating dan perhatian. Dan itu, pada akhirnya, adalah horor yang paling nyata.